Mahasiwa Bandung kembali mendemo pemerintah di Gedung Sate,
“Masalahnya tidak ada political will pemerintah ke
Dirinya juga meminta andai ternyata rezim SBY-JK tidak dapat mensejahterakan rakyat
Mahasiwa Bandung kembali mendemo pemerintah di Gedung Sate,
“Masalahnya tidak ada political will pemerintah ke
Dirinya juga meminta andai ternyata rezim SBY-JK tidak dapat mensejahterakan rakyat
Sekarang, lanjutnya, quota haji yang diterima Kabupaten Bogor sebanyak 1.500 orang sejak tahun 2006. Padahal sebelum tahun 2006, Kabupaten Bogor memiliki quota 4.000 calon jemaah haji. Perwakilan demonstran sebanyak 30 orang akhirnya diterima oleh Komisi E DPRD Jabar. Sedangkan para demonstran lainnya masih berkumpul di depan Gedung Sate sambil menggelar istighosah.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Saya bukanlah orang yang pandai dalam berdoa, bukan juga orang yang begitu taat menjalankan perintah-Nya, bukan juga orang yang merasa hebat. Tapi saya sadar sepenuhnya bahwa Allah mempunyai jalannya sendiri dalam membuat keputusan bahkan disaat berkedip melebihi kecepatan cahaya sekalipun. Kebijakan-Nya yang tak pernah terduga selalu membuat orang lupa bahwa Dia adalah pengamat yang teramat berkuasa atas hidup seseorang. Dengan segala kekurangan dan sujud hati yang sungguh tunduk, izinkan hamba-Mu ini untuk mengucap syukur seraya dengan kekuasaan-Mu terhadapku.
layaknya karang terjal di tengah lautan
Tapi aku yakin tetesan hujan dan hantaman ombak
mampu membuatnya terurai...
Mungkin juga hatimu teramat panas,
akan bara yang pernah ku sulut waktu itu..
Tapi aku menaruh harapan
akan datangnya air suci dari lubuk hatiku
yang ‘kan mampu memusnahkan bara benci yang masih tersisa...
Mungkinkah..?
Mungkin dari angka itulah U.S. Environmental Protection Agency (EPA), sebuah badan pemerintah yang mengurusi masalah yang menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat, menuduh Windows XP sebagai biang dari pemanasan global. Pasalnya, menurut survei, 90% pengguna komputer yang nota bene menggunakan Windows XP tidak mengaktifkan fasilitas power management. Dengan tidak mengaktifkan fasilitas ini artinya mereka telah memboroskan listrik dalam jumlah besar dan meningkatkan jumlah greenhouse gas di atmosfir.
Tidak seperti Windows Vista yang mengijinkan administrator untuk mengatur setting power management lewat jaringan, Windows XP mengharuskan setiap pengguna PC mengatur pilihan ini secara manual. Meyakini hal ini sebagai satu kesimpulan yang masuk akal mendorong EPA untuk memberikan satu software yang menambahkan fitur yang dimiliki oleh Vista ini pada XP. Piranti lunak yang bisa diunduh secara gratis ini mereka beri nama EZ GPO (Group Policy Objects).
Menurut EPA, dengan mengaktifkan fitur ini, sebuah area dengan 1.000 PC dapat menghemat biaya listrik sekitar US$40 ribu per tahunnya. Ini setara dengan daya listrik sebesar 400 ribu kWh yang mampu menerangi sekitar 220 rumah per tahun. Dari sisi pandang greenhouse, usaha ini mampu mengurangi sekitar 300 ton emisi gas atau setara dengan gas buang 50 mobil per tahunnya.
Mungkin membengkaknya jumlah PC yang tidak mengaktifkan fitur power management berawal dari mitos bahwa menggunakan fitur ini dapat berakibat buruk pada hardware PC. Namun EPA menegaskan bahwa mitos itu sudah tidak relevan lagi karena hardware sekarang sudah jauh lebih baik dari saat mitos itu muncul. Tidak akan ada dampak buruk dari penggunaan fitur menghemat energi ini.
EPA tidak terlalu yakin bahwa EZ GPO bakal menarik banyak peminat karena departemen IT tidak akan terlalu pusing dengan rekening listrik yang bukan urusan mereka. Sementara meng-install piranti lunak pihak ketiga macam EZ GPO pada sebuah server memerlukan ijin berbelit-belit yang akan membuat para administrator merasa enggan.
Bila CINTA mendatangimu, ikutilah dia…
walaupun jalannya sulit dan terjal dan ketika sayapnya mengembang mengundangmu…
Walau pedang yang tersembunyi diantara ujung sayapnya dapat melukaimu dan ketika ia berkata padamu untuk mempercayainya…
Walaupun suaranya berserak dalam mimpimu bagaikan angin utara yang menghembus dikebun.