Mahasiwa Bandung kembali mendemo pemerintah di Gedung Sate,
“Masalahnya tidak ada political will pemerintah ke
Dirinya juga meminta andai ternyata rezim SBY-JK tidak dapat mensejahterakan rakyat
Mahasiwa Bandung kembali mendemo pemerintah di Gedung Sate,
“Masalahnya tidak ada political will pemerintah ke
Dirinya juga meminta andai ternyata rezim SBY-JK tidak dapat mensejahterakan rakyat
Sekarang, lanjutnya, quota haji yang diterima Kabupaten Bogor sebanyak 1.500 orang sejak tahun 2006. Padahal sebelum tahun 2006, Kabupaten Bogor memiliki quota 4.000 calon jemaah haji. Perwakilan demonstran sebanyak 30 orang akhirnya diterima oleh Komisi E DPRD Jabar. Sedangkan para demonstran lainnya masih berkumpul di depan Gedung Sate sambil menggelar istighosah.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal kalo masih mau mencoba. Jangan pernah menyerah kalo masih ngerasa sanggup. Jangan pernah mengucapkan tidak mencintainya lagi jika masih tidak dapat melupakannya.
Snoop Dogg 'EGO TRIPPIN' Nge-rap Dan Menyanyi

Gagasan awal di balik pembuatan album kesembilan Snoop Dogg ini adalah mewakili usaha solonya tanpa 'bintang tamu' sama sekali. Namun sejalan dengan waktu, rapper ini berubah pikiran dan memutuskan untuk membuat album barunya, EGO TRIPPIN' dengan membiarkan orang lain menulis lagu untuk album ini. Lagu-lagu yang membuat Snoop bisa nge-rap dan bernyanyi.
Single pertama yang diluncurkan di album ini, Sexual Eruption membuktikan akhirnya gagasanya tak buruk-buruk amat. Perilisan album ini cukup bagus dengan mencoba sejumlah hal yang belum pernah dicoba. Ditambah pula nostalgia dan pilihan-pilihan lagu yang bagus.
Album ini meluncurkan beberapa track menawan seperti, Gangsta Like Me, Cool - di mana Snoop benar-benar melantunkan lagunya. Lain lagi dengan tembang My Medicine, yang hampir menyerupai irama country.
Sedang lagu Been Around tha World membuat album ini seimbang dengan mempersembahkan moment yang kaya dan penuh kejujuran. Serta ditutup dengan tembang Can't Say Goodbye.
Bagaimanapn juga, membuat album ini adalah saat di mana Snoop bisa fokus, tak peduli berapa banyak lagu yang digubah sendiri olehnya, tapi penulis lagu yang disewanya bekerja dengan baik dan tak mengecewakannya. terbukti dengan track-track di album ini. Bagi penggemar Snoop Dogg, Anda bisa melihat sisi lain rapper ini, sebuah perubahan dari gangster yang haus darah jadi selebriti yang namanya diperhitungkan.'KEKASIH', Cinta Tak Memandang Status dan Waktu
Film produksi kelima dari Grandiz Media Production ini berkisah tentang asmara antara seorang pria bernama Jiwo (Angga Dwi Saputra) dengan Maria (Vonny Kristianda). Sebuah jejak kehidupan yang awalnya tak disadari, kemudian membuktikan bahwa cinta mereka merupakan satu keniscayaan, sekaligus kesejatian.
Maria diceritakan sebagai anak keturunan ningrat yang jatuh hati pada Jiwo yang berasal dari keluarga pas-pasan. Mereka berkenalan saat duduk di bangku SMP.
Jiwo yang hobi main burung kerap mengajak Maria. Di alun-alun mereka menerbangkan merpati, lalu berlari-lari di pantai.
Saat tahu hubungan Mereka, ayah Maria marah besar dan mengirim Maria ke Singapura, tepat di hari ulang tahunnya.
Delapan tahun berlalu, mereka bertemu lagi, kini mereka telah dewasa. Sebuah pendopo reot di atas bukit tepi pantai jadi saksi bisu. Di sana mereka melampiaskan hasrat terpendam.
Tak hanya penampilan artis junior, penyanyi senior Iwan Fals pun turut ambil bagian, meski mendapat jatah tampil sedikit. Iwan hadir membawakan lagu ciptaan Pongky Jikustik, yang menjadi soundtrack film ini, Aku Milikmu.
Film yang disutradarai oleh Wisnu Adi ini memang memiliki jalinan cerita yang membuat penonton sedikit mengerutkan kening. Namun semua itu ditebus oleh keindahan pemandangan yang menggugah sisi romantisme. Menurut kabar, film ini mengambil lokasi syuting di pantai selatan Yogyakarta antara lain Krakal, Kukup, dan Patehan.Melihat banyaknya masalah petani seperti yang disebutkan tidak memiliki kemampuan teknologi pertanian karena minimnya dukungan infrastruktur, kurangnya kemampuan mendapatkan akses mencari modal, dan harga gabah yang rendah membuat presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau para pejabat pemerintah untuk menggelar dialog bersama petani, tetapi apakah hasilnya akan merubah kehidupan para petani?
Tujuan berdialog pada dasarnya ingin menegaskan kepada petani bahwa pemerintah itu punya keinginan memajukan petani, presiden menginginkan dialog dengan petani itu ditujukan agar lebih jelas apa yang diinginkan oleh petani, apa permasalahan yang ada di petani jika ada distruktur, apa benar impor yang jadi penyebab itu.
Simak berikut petikan wawancara penulis dengan Iwan Setiawan, SP., Msi, dosen mata kuliah sosiologi pedesaan (sosial ekonomi) Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran saat ditemui di ruang kerjanya Jl.Jatinangor Km. 20, Jumat (1/12) pukul 10.20 WIB.
Bagaimana Anda menilai sekilas tajuk dengan judul “Berdialoglah dengan petani”?
Tujuan berdialog dengan petani hanya untuk meredam saja dan pada dasarnya ingin menegaskan kepada petani bahwa pemerintah itu punya keinginan memajukan petani, tetapi masih dalam wacana misalnya rekapitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan itu belum di implementasikan secara jelas, orang Indonesia lebih cenderung mempermasalahkan beras karena petani beras yang lebih dominan, presiden menginginkan dialog dengan petani itu ditujukan agar lebih jelas apa yang diinginkan oleh petani, apa permasalahan yang ada di petani jika ada distruktur, apa benar impor yang jadi penyebab itu, apa benar pupuk yang menjadi masalah itu, selain itu wacana politiknya masih kuat hanya untuk menekan saja, orang mengatakan bahwa dijaman soeharto lebih dekat dengan petani, itu yang ingin di budayakan lagi oleh presiden sekarang.
Jika masalah yang dihadapi petani seperti yang disebutkan, tidak memiliki kemampuan teknologi pertanian karena minimnya dukungan infrastruktur lalu tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan akses mencari modal pembiayaan dari kalangan perbankan telah terpecahkan, apa yang harus direalisasikan terlebih dahulu sebagai langkah awal?
Sebetulnya jika dari segi teknologi, petani lebih modern permasalahannya apakah teknologi itu diimplementasikan secara benar apa tidak. Kadang-kadang petani itu emosional pada saat pupuk tidak ada mereka marah, pada saat pupuk banyak mereka menggunakan pupuk sebanyak-banyaknya, tujuannya melecut produksi tetapi implikasinya terhadap lingkungan. Yang harus ditekankan aplikasi teknologi itu sudah efektif atau belum kalau dari sisi teknologi mereka sudah menerapkan. Adapun kekurangan modal, sebetulnya mereka kekurangan pada tahap awal misalnya untuk oprasional ketika musim tanam tiba, ketika musim kemarau tiba itu kendala pada modal. Tetapi masalah modal tidak begitu dipermasalahkan oleh petani jika disubsidi oleh pemerintah dalam bentuk pupuk. Masalah utamanya adalah faktor struktural, hampir 90% masalahnya ada distruktural ada di pemerintahan, kalau pemerintah mempermasalahkan teknologi, permodalan, itu masalah klasik sebenarnya, masalahnya ada pada struktural, impor misalnya itu berpengaruh juga pada harga, kalau harga sarana pupuk meningkat, dan harga produksi justru malah menurun, itu dijatuhkan pada mekanisme pasar dan panen raya, tapi pada dasarnya petani bisa tidak menjangkau bukan masalah penerapannya tetapi keuntungannya memang tidak ada. Usaha tani-padi ini sudah mencapai titik impas saja sudah untung, apalagi bagi petani-petani penggarap yang di Indonesia jumlahnya semakin banyak jadi berat jika harga pupuk di naikkan yang lain juga akan ikut naik, sedangkan harga gabah konstan bahkan turun ketika panen raya, ini tidak match (cocok) antara output (pengeluaran) yang didapat petani dengan lonjakan-lonjakan disarana produksi, ini distruktural juga, ini kendalanya. Subsidi menjadi buyes, kenapa?karena subsidi tidak berlaku pada petani tetapi untuk penyalur produksi, toh ke petani sama-sama juga mahal, jadi hamper tidak ada subsidi ini seharusnya dikembangkan oleh kelembagaan, bagaimana pengelolaan pupuk lebih efisien atau pemasarannya jadi lebih efisien.
Tadi Anda bilang untuk mengurus masalah petani ini, masih dalam rancangan kelembagaan, bagaimana jika target pendanaannya tidak terpenuhi atau target terpenuhi tetapi petani tidak mengerti dalam menjalankannya....
Secara riil pemerintah menetapkan harga pupuk, teknologi dan modal. Itu kalkulatif didasarkan dari data-data yang masuk sebagian besar, kata analis hanya didasarkan pada prediksi-prediksi para birokrat dinas tidak mempunyai catatan yang jelas, sehingga boleh dikatakan ketika indramayu dipasok dengan pupuk sekian, pada dasarnya tidak memadai karena tidak ada akurasi data sebetulnya kadang-kadang orang di dinas pertanian hanya memperkirakan, tidak menghitung bahwa sekarang ada pergeseran musim ada pergeseran area yang terjangkau pada musim rendeng pada tahap musim satu, tidak diperhitungkan. produksi, jika sekarang harga pupuk ditahan harga akan meningkat, itu permainan sedangkan pemerintah tidak mengontrol.
Di sini disebut bahwa produksi padi kita dianggap tidak mencukupi, dengan alasan apa sehingga dapat diasumsikan tidak mencukupi?
Dasar-dasar yang digunakan oleh pemerintah sebetulnya riil kalau dilihat secara umum di
Apakah benar, pemerintah mengimpor beras karena kurangnya asupan dari petani atau memang karena adanya politik pangan?
Jika didasarkan atas data, sebenarnya impor itu realistis, apalagi melihat beberapa daerah kekurangan pangan, tetapi jika dilihat secara umum itu politik luar negeri maupun dalam negeri. Bayangkan jika beras langka harga pasti akan naik, bagi petani pasti akan bangga karena harganya tinggi, tapi bagi petani yang bagaimana dulu, Tetapi di Indonesia ada budaya ketika panen, ketika itu juga dijual, jadi yang untung siapa? Bandar juga yang untung, pemerintah punya pandangan kesana. Atas dasar apa pemerintah mengimpor? buruh pabrik , kaum miskin perkotaan, jika harga beras mahal kaum miskin perkotaan akan menjerit karena mereka sangat tergantung pada beras. Jika dipedesaan mereka antisipasi dengan ubi jalar, singkong, dan lain-lain.
Jika memang ada politik pangan, bagaimana Anda manilainya?
Petani sebagai konstituen terbesar hampir 60 % di Indonesia, tetapi suaranya tidak pernah terartikulasikan karena mereka tidak akan protes, tetapi jika beras langka yang akan menjerit, yang akan protes adalah kaum miskin perkotaan, mereka akses terhadap informasi, media, dan lembaga LSM ini bahaya ketika mereka tidak bisa membeli, menjerit maka akan menggoncang politik. Memang benar alasan politik, hanya petani tidak akan bertanya lebih dalam walaupun petani tahu ada politik pangan.
Apakah Anda setuju dengan adanya politik pangan?
Sebenarnya saya tidak setuju, tetapi pada kenyataannya pemerintah melakukan itu, dengan alasan yang masuk akal seperti yang telah saya jelaskan diawal tadi.
Apa efek positif politik pangan terhadap masyarakat
Bagi masyarakat stabilitas saja terjamin, buruh pabrik yang upah minimum regional (UMR) agar mereka bisa makan, beroperasi dan sebagainya tetapi negatif bagi petani mereka tidak bisa hidup lebih baik, ia sulit melangkah dari subsitensi, hanya bisa untuk makan sendiri dan hanya untuk bertahan hidup saja. Sebuah komunitas yang tidak pernah menang berhadapan dengan relasi manapun termasuk dengan alam, itulah petani.
Apakah Indonesia masih bisa dikatakan agraris, jika beras saja mengimpor dari negara lain?
Menurut saya Indonesia itu adalah Negara agraris subsistensi artinya memproduksi hanya untuk makan sendiri, ini riil dilihat dari struktur komunitas agro, jika ekspornya lebih tinggi, ada surplus transaksi berjalan, ekspor-impor itu baru dikatakan Negara agraris komersil, artinya yang bagus. Seperti Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, memproduksi untuk di ekspor berarti bukan untuk substitensi saja, tetapi untuk komersil juga.
Jika Anda diposisikan sebagai pejabat daerah, apa yang akan Anda realisasikan kepada petani?
Membuat pemetaan yang jelas ke tingkat-tingkat desa, berapa yang miskin, berapa petani penggarap, luas lahan dan sebagainya. Nantinya dilihat mana saja yang miskin yang perlu mendapatkan raskin mana yang bisa hidup sendiri artinya bisa dilindungi, proteksinya harus kuat seperti pemerintah Jawa Barat beras impor tidak boleh masuk meskipun pada kenyataannya beras illegal masuk dengan kemasan produk local. Proteksi dari pemerintahnya harus ada tidak boleh ada, itu untuk output produk, sedangkan untuk penyedian sarana produksi itu ditata, kelompok yang harus jalan, jadi pendistribusian sarana produksi itu harus sampai kekelompok nanti kelompok yang mendistribusikannya. (phie,07)
Jatinangor, Kawasan Pendidikan atau Retail?
Retail/Mall? Tentu bukanlah kata yang asing lagi untuk didengar. Entah sudah berapa puluh atau bahkan berapa ratus kali kita mendengar kata itu. Mereka mulai muncul di Jatinangor kurang lebih 5 tahun silam. Sejak saat itu tata ruang Jatinangor mulai sembraut, bangun
Awalnya kawasan Jatinangor dikosentrasikan/diarahkan untuk kawasan perguruan tinggi/pendidikan tinggi, yang didukung oleh sarana dan prasarana untuk kelancaran aktifitas pendidikan tinggi.
Akan tetapi pada kenyataannya dapat dikatakan sekarang, Jatinangor berubah menjadi kawasan mall/retail, sebab dalam jarak dua Km ada delapan retail dan dua mall, jadi jumlah semua ada sepuluh. Angka ini bisa mengalahkan jumlah perguruan tinggi di Jatinangor yang hanya ada empat.
Jatinangor memiliki beberapa rencana tata ruang sejak tahun 1985, dan yang terbaru Rencana Detail Tata Ruang Pusat Kecamatan Cikeruh 1995–2005, kemudian Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Pendidikan Jatinangor 1999–2010.
Beberapa rencana tata ruang tersebut tidak efektif diimplementasikan oleh berbagai pihak dikarenakan berbagai sebab diantaranya proses perencanaan tidak banyak melibatkan masyarakat atau tidak partisipatif.
Berdasarkan fisik Jatinangor keadaan tipografi Kecamatan Jatinangor berada pada ketinggian 665 Diatas Permukaan Laut (DPL). Daerah ini terletak pada daerah aliran sungai cikeruh sampai 1285 dpl, yaitu Bukit Jarian yang berupa data kemiringan lahan.
Untuk perdagangan hanya sekitar 0,3%, apabila ada bangunan-bangunan mall/retail akan mempengaruhi terhadap resapan air, sehingga akan mengakibatkan gangguan ekosistem yang tidak seimbang, ungkap bapak yang juga menjadi dosen Planologi, Universitas Winaya Mukti ini.
Seharusnya Jatinangor tidak didirikan mall/retail, apabila tidak memperhatikan koefisien dasar bangunan yaitu 60% bangunan fisik terbangun dan 40% lahan tidak terbangun untuk resapan air suatu lahan yang akan dibangun. Pemerintah setempat harus konsisten dan tegas terhadap rencana umum tata ruang yang telah dibuat oleh pemerintah itu sendiri.
Jika mengintip dampak atau efek yang ditimbulkan dari mall/retail itu sendiri secara umum membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat atau kalangan tertentu yang memiliki daya saing yang dibutuhkan, sedangkan secara khusus bagi masyarakat setempat memang lebih tersisih, karena tidak memiliki daya saing dari segi modal, keahlian, dan relasi.
Kebanyakan dari mereka terserap di bidang-bidang yang tidak membutuhkan kemampuan dan modal yang tidak cukup dibutuhkan, seperti tukang ojeg, tukang parkir, dan membuka warung-warung kecil yang tidak memiliki banyak pelanggan.
Jadi, mengapa pemerintah setempat bisa mengeluarkan izin membangun untuk mall/retail? 'mereka' berdalil bahwa dari segi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) telah memenuhi syarat untuk lokasi perdagangan yang telah dibangun.
Apabila pembangunan mall/retail tetap berjalan dan semakin banyak dan tidak memperhatikan kondisi lingkungan akan berdampak pada berkurangnya lahan resapan air pada musim kemarau dan kelebihan air pada musim hujan (banjir).
Seharusnya pembangunan Jatinangor di revisi kembali sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jatinangor tahun 2001, dan pelanggaran harus ditindak tegas yang dilakukan stake holder. (phie,07)
Aku adalah bajingan tengik
yang tak pernah puas
akan dahaga seorang wanita...
Tiada sanggup tentramkan jiwa!
Hanya hentakan detik jam yang terasa
Hatiku gundah tercabik-cabik trisula cinta
Antara aku, kau dan dia...
Berisik lalu lalang truk menyebalkan
Mengusik lamunan sang pujaan
Mirip lirik lagu dan cerita kenangan -batinku
Kasih tak sampai...
Letih dan lesu menyelimuti persendian
Sisa-sisa mandi sedikit menyegarkanku
Dengan pena di tangan ku coba goreskan sesuatu
Tapi hanya lamunan yang terlintas dibenakku...
Menerawang jauh ku coba melamunkan diri
Kilas balik kehidupan yang telah menempaku
Dosa dan pahala silih berganti menghampiri
Seolah berlomba membangun akhiratku...
Tersentak kaget, tercipta senyum di wajahku
Senyum kebodohan!
Yah..., kebodohan akan diriku
Yang tidak menyadari makna hidup duniaku
Yang tidak menyadari kelak hidup akhiratku...
Tanpa sadar penyesalan mengetuk pintu hatiku
Penyesalan yang teramat kepada Sang Pencipta...
Dan hanya satu yang kuharap tentang itu,
Semoga Dia mengampunkan segala khilafku...
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Saya bukanlah orang yang pandai dalam berdoa, bukan juga orang yang begitu taat menjalankan perintah-Nya, bukan juga orang yang merasa hebat. Tapi saya sadar sepenuhnya bahwa Allah mempunyai jalannya sendiri dalam membuat keputusan bahkan disaat berkedip melebihi kecepatan cahaya sekalipun. Kebijakan-Nya yang tak pernah terduga selalu membuat orang lupa bahwa Dia adalah pengamat yang teramat berkuasa atas hidup seseorang. Dengan segala kekurangan dan sujud hati yang sungguh tunduk, izinkan hamba-Mu ini untuk mengucap syukur seraya dengan kekuasaan-Mu terhadapku.
layaknya karang terjal di tengah lautan
Tapi aku yakin tetesan hujan dan hantaman ombak
mampu membuatnya terurai...
Mungkin juga hatimu teramat panas,
akan bara yang pernah ku sulut waktu itu..
Tapi aku menaruh harapan
akan datangnya air suci dari lubuk hatiku
yang ‘kan mampu memusnahkan bara benci yang masih tersisa...
Mungkinkah..?
Mungkin dari angka itulah U.S. Environmental Protection Agency (EPA), sebuah badan pemerintah yang mengurusi masalah yang menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat, menuduh Windows XP sebagai biang dari pemanasan global. Pasalnya, menurut survei, 90% pengguna komputer yang nota bene menggunakan Windows XP tidak mengaktifkan fasilitas power management. Dengan tidak mengaktifkan fasilitas ini artinya mereka telah memboroskan listrik dalam jumlah besar dan meningkatkan jumlah greenhouse gas di atmosfir.
Tidak seperti Windows Vista yang mengijinkan administrator untuk mengatur setting power management lewat jaringan, Windows XP mengharuskan setiap pengguna PC mengatur pilihan ini secara manual. Meyakini hal ini sebagai satu kesimpulan yang masuk akal mendorong EPA untuk memberikan satu software yang menambahkan fitur yang dimiliki oleh Vista ini pada XP. Piranti lunak yang bisa diunduh secara gratis ini mereka beri nama EZ GPO (Group Policy Objects).
Menurut EPA, dengan mengaktifkan fitur ini, sebuah area dengan 1.000 PC dapat menghemat biaya listrik sekitar US$40 ribu per tahunnya. Ini setara dengan daya listrik sebesar 400 ribu kWh yang mampu menerangi sekitar 220 rumah per tahun. Dari sisi pandang greenhouse, usaha ini mampu mengurangi sekitar 300 ton emisi gas atau setara dengan gas buang 50 mobil per tahunnya.
Mungkin membengkaknya jumlah PC yang tidak mengaktifkan fitur power management berawal dari mitos bahwa menggunakan fitur ini dapat berakibat buruk pada hardware PC. Namun EPA menegaskan bahwa mitos itu sudah tidak relevan lagi karena hardware sekarang sudah jauh lebih baik dari saat mitos itu muncul. Tidak akan ada dampak buruk dari penggunaan fitur menghemat energi ini.
EPA tidak terlalu yakin bahwa EZ GPO bakal menarik banyak peminat karena departemen IT tidak akan terlalu pusing dengan rekening listrik yang bukan urusan mereka. Sementara meng-install piranti lunak pihak ketiga macam EZ GPO pada sebuah server memerlukan ijin berbelit-belit yang akan membuat para administrator merasa enggan.
Bila CINTA mendatangimu, ikutilah dia…
walaupun jalannya sulit dan terjal dan ketika sayapnya mengembang mengundangmu…
Walau pedang yang tersembunyi diantara ujung sayapnya dapat melukaimu dan ketika ia berkata padamu untuk mempercayainya…
Walaupun suaranya berserak dalam mimpimu bagaikan angin utara yang menghembus dikebun.