Rabu, 18 Juni 2008

BBM Naik, Mahasiswa “Memanas”

Mahasiwa Bandung kembali mendemo pemerintah di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Dalam aksinya tersebut, mereka menuntut pemerintah segera membatalkan kenaikan harga BBM. Mereka menilai, kejadian tersebut akan membuat rakyat Indonesia semakin tercekik.

Salah seorang juru bicara Badan Eksekutif Mahasiswa Bandung Raya Gena Bijaksana mengatakan, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan APBN. Di antaranya menuntaskan kasus korupsi obligor BLBI, serta menunda pembayaran utang luar negeri Indonesia.
“Masalahnya tidak ada political will pemerintah ke sana.”

"Seabad hari kebangkitan nasional dan satu dasawarsa peringatan reformasi ternyata ditandai dengan keangkuhan rezim SBY-JK yang tetap menaikan harga BBM sekalipun aksi penolakan terjadi dimana-mana." ujar koordinator aksi, Gena Bijaksana, dalam rilisnya.
Dirinya juga meminta andai ternyata rezim SBY-JK tidak dapat mensejahterakan rakyat Indonesia, agar turun dari jabatannya karena gagal menjalani roda pemerintahan.

"BLT yang dikatakan dapat membantu rakyat dan menjadi solusi hanya akan menimbulkan keresahan dan kerusuhan. Bahkan ada beberapa kepala desa yang mengaku takut akan amuk masa." Ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa Bandung yang tergabung dalam Front Kebangkitan Rakyat membuka posko pengaduan tentang kenaikan harga BBM? Posko itu juga untuk memobilisasi massa yang ingin melakukan gerakan penolakan? ujar juru bicara Front Kebangkitan Rakyat Samuel di Bandung, Sabtu (24/05).

Menurut Samuel, kenaikan harga BBM akan menambah penderitaan rakyat dari waktu ke waktu. “Daya hidup buruh, kaum tani miskin dan buruh tani, PNS dan prajurit rendahan, nelayan, intelektual, dan semua kaum miskin kota semakin lemah.”

Aksi penolakan kenaikan BBM yang dilakukan mahasiswa digelar dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan puluhan mahasiswa ITB yang melakukan aksi jalan mundur sejauh 2 kilometer sebagai simbol kemunduran pemerintahan SBY-JK.

Secara terpisah, Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB) sekaligus memberikan dua rekomendasi. Pertama, dalam jangka pendek, KM ITB mendorong pemerintah untuk melakukan efisiensi serta menaikan upah minimum (UMR). KM ITB menaksir penghematan belanja negara mulai 10–20%, mulai dari kantor kepresidenan, DPR, kementrian dan lembaga negara lain, dapat menghemat anggaran hingga 20 triliun. Lebih jauh, KM ITB kembali menegaskan bahwa negara pernah merugi Rp 225 triliun karena korupsi konglomerat pengemplang BLBI. “Bandingkan angka kerugian negara sebesar 225 triliun pada kasus BLBI dengan besarnya penghematan akibat kenaikan harga BBM yang hanya mencapai 35 triliun saja. 642,86% lebih besar!”, demikian KM ITB dalam rilis persnya.

Sikap kritis mahasiswa dalam menetang kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak pada pekan lalu memang dapat dipahami, namun sikap kritis yang sudah menjadi bagian dari jiwa mahasiswa itu, harus dijaga dari berbagai tindakan yang menjurus pada anarkisme dan perbuatan melawan hukum.

Quota Haji Menurun, Calon Haji Turun Ke Jalan

Departemen Agama akan memperketat pengawasan untuk mencegah pelanggaran ketentuan mengenai kuota jamaah haji tahun 1429H/2008 di setiap daerah.

Menurut Sekretaris Jendral Departemen Agama Bahrul Hayat, hal itu dilakukan karena masyarakat di daerah yang kuota hajinya sudah penuh, seringkali mendaftarkan diri sebagai penduduk di daerah lain yang antrian calon jamaahnya tidak banyak supaya bisa secepatnya menjalankan ibadah haji.

"Itu dilakukan secara terintegrasi dan diawasi ketat. Kita juga minta pemerintah daerah membantu melakukan penertiban kalau terjadi penyerbuan jamaah dari suatu daerah ke daerah lain yang antriannya dinilai lebih pendek, " kata Bahrul, di Kantor Departemen Agama, Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut Bahrul menyatakan, dengan bantuan dari pemerintah daerah, Departemen Agama akan melakukan seleksi secara ketat terhadap anggota masyarakat yang mendaftarkan diri untuk berhaji ke tanah suci tahun ini agar kejadian itu tidak berulang.

"Pemda akan mengecek data mereka dengan teliti untuk memastikan calon jamaah yang mendaftar berasal dari daerahnya, kartu identitasnya akan dicek keabsahannya, " paparnya.

Dengan ketatnya quota haji yang diberikan pemerintah. Selasa (27/05) sekitar seribu orang calon jemaah haji Indonesia dari Nahdatul Ulama (NU) Bogor, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung.

Gus Mul, salah seorang pendemo memaparkan “Kami menuntut hak yang selama ini belum dikabulkan oleh anggota DPRD perihal quota jemaah haji Kota dan Kabupaten seperti yang sudah ditetapkan oleh UU No 17 Tahun 1999 Bab V pasal 14 ayat 2. Di mana dalam aturan tersebut, pemerintah berhak memberlakukan sistem quota haji.”

Sekarang, lanjutnya, quota haji yang diterima Kabupaten Bogor sebanyak 1.500 orang sejak tahun 2006. Padahal sebelum tahun 2006, Kabupaten Bogor memiliki quota 4.000 calon jemaah haji. Perwakilan demonstran sebanyak 30 orang akhirnya diterima oleh Komisi E DPRD Jabar. Sedangkan para demonstran lainnya masih berkumpul di depan Gedung Sate sambil menggelar istighosah.

Sejumlah aparat nampak bersiaga megawal aksi. Kabul menyatakan “aksi berjalan lancar tanpa ada aksi anarkis, bahkan mereka mendapatkan pengawalan khusus saat keluar dari gerbang tol Pasteur oleh Polres Bandung Barat.”

Rabu, 30 April 2008

Cinta.. Tidak pernah meminta, cinta sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tapi gak pernah dendam, gak pernah balas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan. Manakala kebencian membawa kepada kemusnahan umat manusia..

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal kalo masih mau mencoba. Jangan pernah menyerah kalo masih ngerasa sanggup. Jangan pernah mengucapkan tidak mencintainya lagi jika masih tidak dapat melupakannya.

Sabtu, 19 April 2008

Snoop Dogg 'EGO TRIPPIN' Nge-rap Dan Menyanyi

Lihat Gambar

Gagasan awal di balik pembuatan album kesembilan Snoop Dogg ini adalah mewakili usaha solonya tanpa 'bintang tamu' sama sekali. Namun sejalan dengan waktu, rapper ini berubah pikiran dan memutuskan untuk membuat album barunya, EGO TRIPPIN' dengan membiarkan orang lain menulis lagu untuk album ini. Lagu-lagu yang membuat Snoop bisa nge-rap dan bernyanyi.

Single pertama yang diluncurkan di album ini, Sexual Eruption membuktikan akhirnya gagasanya tak buruk-buruk amat. Perilisan album ini cukup bagus dengan mencoba sejumlah hal yang belum pernah dicoba. Ditambah pula nostalgia dan pilihan-pilihan lagu yang bagus.

Album ini meluncurkan beberapa track menawan seperti, Gangsta Like Me, Cool - di mana Snoop benar-benar melantunkan lagunya. Lain lagi dengan tembang My Medicine, yang hampir menyerupai irama country.

Sedang lagu Been Around tha World membuat album ini seimbang dengan mempersembahkan moment yang kaya dan penuh kejujuran. Serta ditutup dengan tembang Can't Say Goodbye.

Bagaimanapn juga, membuat album ini adalah saat di mana Snoop bisa fokus, tak peduli berapa banyak lagu yang digubah sendiri olehnya, tapi penulis lagu yang disewanya bekerja dengan baik dan tak mengecewakannya. terbukti dengan track-track di album ini. Bagi penggemar Snoop Dogg, Anda bisa melihat sisi lain rapper ini, sebuah perubahan dari gangster yang haus darah jadi selebriti yang namanya diperhitungkan.

Sabtu, 12 April 2008

Film Fitna Yang Menuai Kutuk


Film FITNA buatan anggota parlemen Belanda, Geert Wilders ini memang banyak mendapat kecaman dari berbagai negara. Pemerintahan Belanda sendiri mengecam film ini yang disampaikan lewat pidato PM Jan Peter Balkenende di televisi. RI juga menilai FITNA sebagai film berbau rasis. Dari adegan-adegan di film ini (salah satunya diperlihatkan peristiwa WTC 9/11), yang mengaitkan aksi para teroris dengan para ekstremis Islam dan ayat-ayat Al-Qur`an - memang patut film ini mendapat kecaman dari seluruh dunia, seperti pendapat Slovenia yang menyebut film tersebut tidak membawa manfaat apapun selain hanya mengobarkan kebencian. Apapun yang menebarkan kebencian serta peperangan memang patut untuk kita kecam dan kutuk. Baca lebih lanjut...







Adegan WTC.

'KEKASIH', Cinta Tak Memandang Status dan Waktu


Film produksi kelima dari Grandiz Media Production ini berkisah tentang asmara antara seorang pria bernama Jiwo (Angga Dwi Saputra) dengan Maria (Vonny Kristianda). Sebuah jejak kehidupan yang awalnya tak disadari, kemudian membuktikan bahwa cinta mereka merupakan satu keniscayaan, sekaligus kesejatian.

Maria diceritakan sebagai anak keturunan ningrat yang jatuh hati pada Jiwo yang berasal dari keluarga pas-pasan. Mereka berkenalan saat duduk di bangku SMP.

Jiwo yang hobi main burung kerap mengajak Maria. Di alun-alun mereka menerbangkan merpati, lalu berlari-lari di pantai.

Saat tahu hubungan Mereka, ayah Maria marah besar dan mengirim Maria ke Singapura, tepat di hari ulang tahunnya.

Delapan tahun berlalu, mereka bertemu lagi, kini mereka telah dewasa. Sebuah pendopo reot di atas bukit tepi pantai jadi saksi bisu. Di sana mereka melampiaskan hasrat terpendam.

Tak hanya penampilan artis junior, penyanyi senior Iwan Fals pun turut ambil bagian, meski mendapat jatah tampil sedikit. Iwan hadir membawakan lagu ciptaan Pongky Jikustik, yang menjadi soundtrack film ini, Aku Milikmu.

Film yang disutradarai oleh Wisnu Adi ini memang memiliki jalinan cerita yang membuat penonton sedikit mengerutkan kening. Namun semua itu ditebus oleh keindahan pemandangan yang menggugah sisi romantisme. Menurut kabar, film ini mengambil lokasi syuting di pantai selatan Yogyakarta antara lain Krakal, Kukup, dan Patehan.

Senin, 07 April 2008

Kampanye??

Sebenernya apa keuntungan kampanye? Saya kira tidak ada untungnya sama sekali, malahan merugikan. Banyak alasan yang bisa diungkapkan dari kerugian itu sendiri, misalnya pada saat kampanye di gelar pada saat itu pula ketidak nyamanan mulai muncul, alasannya 'mereka' (para simpatisan dari semua cagub dan cawagub) merasa memiliki fasilitas umum pada saat berkampanye, tidak mengikuti aturan main yang berlaku, contoh menggunakan kendaraan bermotor tidak menggunakan helm sebagai keamanan, lalu karena 'mereka' merasa memiliki fasilitas umum tadi, mengendarai sesuka hati, tidak menghiraukan pengguna lain. Pengguna fasilitas lainnya harus mengalah dan menghentikan perjalanannya sejenak karena 'mereka' memadati jalan dengan berkendara ugal-ugalan, menarik gas sesuka hati layaknya "penguasa jalan". Apakah sang pemimpin kelak bisa mengatur dan menjadi panutan masyarakatnya? karena baru kampanye, 'dia' tidak bisa mengatur patisipannya untuk berkampanye indah, taat aturan, dll. Saya khususnya sangat tidak nyaman dengan kondisi ini.

Kamis, 03 April 2008

Kesempatan ke Dua

Kini ku sesali
nyata cintamu kasih
tak sempat terbaca hatiku
malah terabai olehku
lelah ku sembunyi
tutupi maksud hati
yang justru hidup karenamu
dan bisa mati tanpamu
andai saja aku masih punya
kesempatan kedua
pasti akan ku hapuskan lukamu
menjagamu, memberimu segenap cinta
ku sadari tak selayaknya
selalu penuh kecewa
kau lebih pantas bahagia
bahagia karena cintaku
kau bawa bersamamu
sebelah hatiku separuh jiwaku
yang mampu sempurnakan aku

Tags: Ost.Lost In Love, Tangga

Minggu, 30 Maret 2008

Indonesia Bukan Negara Agraris, Tetapi Negara Subsistensi

Melihat banyaknya masalah petani seperti yang disebutkan tidak memiliki kemampuan teknologi pertanian karena minimnya dukungan infrastruktur, kurangnya kemampuan mendapatkan akses mencari modal, dan harga gabah yang rendah membuat presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau para pejabat pemerintah untuk menggelar dialog bersama petani, tetapi apakah hasilnya akan merubah kehidupan para petani?

Tujuan berdialog pada dasarnya ingin menegaskan kepada petani bahwa pemerintah itu punya keinginan memajukan petani, presiden menginginkan dialog dengan petani itu ditujukan agar lebih jelas apa yang diinginkan oleh petani, apa permasalahan yang ada di petani jika ada distruktur, apa benar impor yang jadi penyebab itu.

Simak berikut petikan wawancara penulis dengan Iwan Setiawan, SP., Msi, dosen mata kuliah sosiologi pedesaan (sosial ekonomi) Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran saat ditemui di ruang kerjanya Jl.Jatinangor Km. 20, Jumat (1/12) pukul 10.20 WIB.

Bagaimana Anda menilai sekilas tajuk dengan judul “Berdialoglah dengan petani”?

Tujuan berdialog dengan petani hanya untuk meredam saja dan pada dasarnya ingin menegaskan kepada petani bahwa pemerintah itu punya keinginan memajukan petani, tetapi masih dalam wacana misalnya rekapitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan itu belum di implementasikan secara jelas, orang Indonesia lebih cenderung mempermasalahkan beras karena petani beras yang lebih dominan, presiden menginginkan dialog dengan petani itu ditujukan agar lebih jelas apa yang diinginkan oleh petani, apa permasalahan yang ada di petani jika ada distruktur, apa benar impor yang jadi penyebab itu, apa benar pupuk yang menjadi masalah itu, selain itu wacana politiknya masih kuat hanya untuk menekan saja, orang mengatakan bahwa dijaman soeharto lebih dekat dengan petani, itu yang ingin di budayakan lagi oleh presiden sekarang.

Jika masalah yang dihadapi petani seperti yang disebutkan, tidak memiliki kemampuan teknologi pertanian karena minimnya dukungan infrastruktur lalu tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan akses mencari modal pembiayaan dari kalangan perbankan telah terpecahkan, apa yang harus direalisasikan terlebih dahulu sebagai langkah awal?

Sebetulnya jika dari segi teknologi, petani lebih modern permasalahannya apakah teknologi itu diimplementasikan secara benar apa tidak. Kadang-kadang petani itu emosional pada saat pupuk tidak ada mereka marah, pada saat pupuk banyak mereka menggunakan pupuk sebanyak-banyaknya, tujuannya melecut produksi tetapi implikasinya terhadap lingkungan. Yang harus ditekankan aplikasi teknologi itu sudah efektif atau belum kalau dari sisi teknologi mereka sudah menerapkan. Adapun kekurangan modal, sebetulnya mereka kekurangan pada tahap awal misalnya untuk oprasional ketika musim tanam tiba, ketika musim kemarau tiba itu kendala pada modal. Tetapi masalah modal tidak begitu dipermasalahkan oleh petani jika disubsidi oleh pemerintah dalam bentuk pupuk. Masalah utamanya adalah faktor struktural, hampir 90% masalahnya ada distruktural ada di pemerintahan, kalau pemerintah mempermasalahkan teknologi, permodalan, itu masalah klasik sebenarnya, masalahnya ada pada struktural, impor misalnya itu berpengaruh juga pada harga, kalau harga sarana pupuk meningkat, dan harga produksi justru malah menurun, itu dijatuhkan pada mekanisme pasar dan panen raya, tapi pada dasarnya petani bisa tidak menjangkau bukan masalah penerapannya tetapi keuntungannya memang tidak ada. Usaha tani-padi ini sudah mencapai titik impas saja sudah untung, apalagi bagi petani-petani penggarap yang di Indonesia jumlahnya semakin banyak jadi berat jika harga pupuk di naikkan yang lain juga akan ikut naik, sedangkan harga gabah konstan bahkan turun ketika panen raya, ini tidak match (cocok) antara output (pengeluaran) yang didapat petani dengan lonjakan-lonjakan disarana produksi, ini distruktural juga, ini kendalanya. Subsidi menjadi buyes, kenapa?karena subsidi tidak berlaku pada petani tetapi untuk penyalur produksi, toh ke petani sama-sama juga mahal, jadi hamper tidak ada subsidi ini seharusnya dikembangkan oleh kelembagaan, bagaimana pengelolaan pupuk lebih efisien atau pemasarannya jadi lebih efisien.

Tadi Anda bilang untuk mengurus masalah petani ini, masih dalam rancangan kelembagaan, bagaimana jika target pendanaannya tidak terpenuhi atau target terpenuhi tetapi petani tidak mengerti dalam menjalankannya....

Secara riil pemerintah menetapkan harga pupuk, teknologi dan modal. Itu kalkulatif didasarkan dari data-data yang masuk sebagian besar, kata analis hanya didasarkan pada prediksi-prediksi para birokrat dinas tidak mempunyai catatan yang jelas, sehingga boleh dikatakan ketika indramayu dipasok dengan pupuk sekian, pada dasarnya tidak memadai karena tidak ada akurasi data sebetulnya kadang-kadang orang di dinas pertanian hanya memperkirakan, tidak menghitung bahwa sekarang ada pergeseran musim ada pergeseran area yang terjangkau pada musim rendeng pada tahap musim satu, tidak diperhitungkan. produksi, jika sekarang harga pupuk ditahan harga akan meningkat, itu permainan sedangkan pemerintah tidak mengontrol.

Di sini disebut bahwa produksi padi kita dianggap tidak mencukupi, dengan alasan apa sehingga dapat diasumsikan tidak mencukupi?

Dasar-dasar yang digunakan oleh pemerintah sebetulnya riil kalau dilihat secara umum di Indonesia pangan itu sudah cukup, meskipun sekarang kita telah dapat menghasilkan 54 juta ton/tahun. Cadangan itu tidak akan cukup dalam masyarakat seperti Indonesia yang ketergantungan terhadap satu komoditas itu ada yang disebut ansikiur artinya konsep kekhawatiran, kekhawatiran apa? Kekurangan pangan, karena yang dihitung oleh mereka ada cadangan pangan jadi stok itu dipertahankan di gudang. Nah bagaimana Jangan sampai stok itu keluar, karena stok diperkirakan untuk sekian tahun kedepan 5 tahun misalnya, tetapi permasalahanya ketika pada tahun ini sudah mepet, sudah mulai berkurang, koordinasi setiap gudang ada datanya dan laporan dari masyarakat muncul. Pemerintahan di Indonesia mengansumsikan pangan adalah komoditas politik ini menjadikan sebagai alasan, padahal ada alasan-alasan struktural misalnya perjanjian perdagangan bebas. Impor ini efektif untuk Wamena atau untuk Nusa Tenggara.

Apakah benar, pemerintah mengimpor beras karena kurangnya asupan dari petani atau memang karena adanya politik pangan?

Jika didasarkan atas data, sebenarnya impor itu realistis, apalagi melihat beberapa daerah kekurangan pangan, tetapi jika dilihat secara umum itu politik luar negeri maupun dalam negeri. Bayangkan jika beras langka harga pasti akan naik, bagi petani pasti akan bangga karena harganya tinggi, tapi bagi petani yang bagaimana dulu, Tetapi di Indonesia ada budaya ketika panen, ketika itu juga dijual, jadi yang untung siapa? Bandar juga yang untung, pemerintah punya pandangan kesana. Atas dasar apa pemerintah mengimpor? buruh pabrik , kaum miskin perkotaan, jika harga beras mahal kaum miskin perkotaan akan menjerit karena mereka sangat tergantung pada beras. Jika dipedesaan mereka antisipasi dengan ubi jalar, singkong, dan lain-lain.

Jika memang ada politik pangan, bagaimana Anda manilainya?

Petani sebagai konstituen terbesar hampir 60 % di Indonesia, tetapi suaranya tidak pernah terartikulasikan karena mereka tidak akan protes, tetapi jika beras langka yang akan menjerit, yang akan protes adalah kaum miskin perkotaan, mereka akses terhadap informasi, media, dan lembaga LSM ini bahaya ketika mereka tidak bisa membeli, menjerit maka akan menggoncang politik. Memang benar alasan politik, hanya petani tidak akan bertanya lebih dalam walaupun petani tahu ada politik pangan.

Apakah Anda setuju dengan adanya politik pangan?

Sebenarnya saya tidak setuju, tetapi pada kenyataannya pemerintah melakukan itu, dengan alasan yang masuk akal seperti yang telah saya jelaskan diawal tadi.

Apa efek positif politik pangan terhadap masyarakat Indonesia?

Bagi masyarakat stabilitas saja terjamin, buruh pabrik yang upah minimum regional (UMR) agar mereka bisa makan, beroperasi dan sebagainya tetapi negatif bagi petani mereka tidak bisa hidup lebih baik, ia sulit melangkah dari subsitensi, hanya bisa untuk makan sendiri dan hanya untuk bertahan hidup saja. Sebuah komunitas yang tidak pernah menang berhadapan dengan relasi manapun termasuk dengan alam, itulah petani.

Apakah Indonesia masih bisa dikatakan agraris, jika beras saja mengimpor dari negara lain?

Menurut saya Indonesia itu adalah Negara agraris subsistensi artinya memproduksi hanya untuk makan sendiri, ini riil dilihat dari struktur komunitas agro, jika ekspornya lebih tinggi, ada surplus transaksi berjalan, ekspor-impor itu baru dikatakan Negara agraris komersil, artinya yang bagus. Seperti Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, memproduksi untuk di ekspor berarti bukan untuk substitensi saja, tetapi untuk komersil juga.

Jika Anda diposisikan sebagai pejabat daerah, apa yang akan Anda realisasikan kepada petani?

Membuat pemetaan yang jelas ke tingkat-tingkat desa, berapa yang miskin, berapa petani penggarap, luas lahan dan sebagainya. Nantinya dilihat mana saja yang miskin yang perlu mendapatkan raskin mana yang bisa hidup sendiri artinya bisa dilindungi, proteksinya harus kuat seperti pemerintah Jawa Barat beras impor tidak boleh masuk meskipun pada kenyataannya beras illegal masuk dengan kemasan produk local. Proteksi dari pemerintahnya harus ada tidak boleh ada, itu untuk output produk, sedangkan untuk penyedian sarana produksi itu ditata, kelompok yang harus jalan, jadi pendistribusian sarana produksi itu harus sampai kekelompok nanti kelompok yang mendistribusikannya. (phie,07)

Jatinangor, Kawasan Pendidikan atau Retail?


Retail/Mall? Tentu bukanlah kata yang asing lagi untuk didengar. Entah sudah berapa puluh atau bahkan berapa ratus kali kita mendengar kata itu. Mereka mulai muncul di Jatinangor kurang lebih 5 tahun silam. Sejak saat itu tata ruang Jatinangor mulai sembraut, bangun sana, bangun sini tanpa memikirkan efek yang ditimbulkan.

Awalnya kawasan Jatinangor dikosentrasikan/diarahkan untuk kawasan perguruan tinggi/pendidikan tinggi, yang didukung oleh sarana dan prasarana untuk kelancaran aktifitas pendidikan tinggi.

Akan tetapi pada kenyataannya dapat dikatakan sekarang, Jatinangor berubah menjadi kawasan mall/retail, sebab dalam jarak dua Km ada delapan retail dan dua mall, jadi jumlah semua ada sepuluh. Angka ini bisa mengalahkan jumlah perguruan tinggi di Jatinangor yang hanya ada empat.

Jatinangor memiliki beberapa rencana tata ruang sejak tahun 1985, dan yang terbaru Rencana Detail Tata Ruang Pusat Kecamatan Cikeruh 1995–2005, kemudian Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Pendidikan Jatinangor 1999–2010.

Beberapa rencana tata ruang tersebut tidak efektif diimplementasikan oleh berbagai pihak dikarenakan berbagai sebab diantaranya proses perencanaan tidak banyak melibatkan masyarakat atau tidak partisipatif.

Berdasarkan fisik Jatinangor keadaan tipografi Kecamatan Jatinangor berada pada ketinggian 665 Diatas Permukaan Laut (DPL). Daerah ini terletak pada daerah aliran sungai cikeruh sampai 1285 dpl, yaitu Bukit Jarian yang berupa data kemiringan lahan.

Untuk perdagangan hanya sekitar 0,3%, apabila ada bangunan-bangunan mall/retail akan mempengaruhi terhadap resapan air, sehingga akan mengakibatkan gangguan ekosistem yang tidak seimbang, ungkap bapak yang juga menjadi dosen Planologi, Universitas Winaya Mukti ini.

Seharusnya Jatinangor tidak didirikan mall/retail, apabila tidak memperhatikan koefisien dasar bangunan yaitu 60% bangunan fisik terbangun dan 40% lahan tidak terbangun untuk resapan air suatu lahan yang akan dibangun. Pemerintah setempat harus konsisten dan tegas terhadap rencana umum tata ruang yang telah dibuat oleh pemerintah itu sendiri.

Jika mengintip dampak atau efek yang ditimbulkan dari mall/retail itu sendiri secara umum membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat atau kalangan tertentu yang memiliki daya saing yang dibutuhkan, sedangkan secara khusus bagi masyarakat setempat memang lebih tersisih, karena tidak memiliki daya saing dari segi modal, keahlian, dan relasi.

Kebanyakan dari mereka terserap di bidang-bidang yang tidak membutuhkan kemampuan dan modal yang tidak cukup dibutuhkan, seperti tukang ojeg, tukang parkir, dan membuka warung-warung kecil yang tidak memiliki banyak pelanggan.

Jadi, mengapa pemerintah setempat bisa mengeluarkan izin membangun untuk mall/retail? 'mereka' berdalil bahwa dari segi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) telah memenuhi syarat untuk lokasi perdagangan yang telah dibangun.

Apabila pembangunan mall/retail tetap berjalan dan semakin banyak dan tidak memperhatikan kondisi lingkungan akan berdampak pada berkurangnya lahan resapan air pada musim kemarau dan kelebihan air pada musim hujan (banjir).

Seharusnya pembangunan Jatinangor di revisi kembali sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jatinangor tahun 2001, dan pelanggaran harus ditindak tegas yang dilakukan stake holder. (phie,07)

Jumat, 22 Februari 2008

Kasih Tak Sampai

Aku adalah bajingan tengik

yang tak pernah puas

akan dahaga seorang wanita...

Dia, dia, dia, dan dia

Tiada sanggup tentramkan jiwa!

Saat semua mata tak terjaga

Hanya hentakan detik jam yang terasa

Hatiku gundah tercabik-cabik trisula cinta

Antara aku, kau dan dia...

Berisik lalu lalang truk menyebalkan

Mengusik lamunan sang pujaan

Sedikit tersenyum layaknya orang gila,

Mirip lirik lagu dan cerita kenangan -batinku

Kasih tak sampai...

Tentang Aku

Letih dan lesu menyelimuti persendian

Sisa-sisa mandi sedikit menyegarkanku

Dengan pena di tangan ku coba goreskan sesuatu

Tapi hanya lamunan yang terlintas dibenakku...

Menerawang jauh ku coba melamunkan diri

Kilas balik kehidupan yang telah menempaku

Dosa dan pahala silih berganti menghampiri

Seolah berlomba membangun akhiratku...

Tersentak kaget, tercipta senyum di wajahku

Senyum kebodohan!

Yah..., kebodohan akan diriku

Yang tidak menyadari makna hidup duniaku

Yang tidak menyadari kelak hidup akhiratku...

Tanpa sadar penyesalan mengetuk pintu hatiku

Penyesalan yang teramat kepada Sang Pencipta...

Dan hanya satu yang kuharap tentang itu,

Semoga Dia mengampunkan segala khilafku...